20120622

pedoman umum wawancara


PEDOMAN UMUM WAWANCARA DAN PEWANCARA

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penelitian yang menggunakan metode wawancara, antara lain sebagai berikut.
Peralatan yang perlu dipersiapkan:
1.      Buku catatan.
2.      Alat tulis.
3.      Kuesioner, bila menggunakannya.
4.      Peralatan perekaman elektronik: tape-recorder, dll.
5.      Surat  perizinan.
6.      Daftar responden.

20120616

Informasi Untuk Seluruh Komting dan Mahasiswa


Info kepada seluruh Komting (Kongkongan Orang Penting) untuk menDOWNLOAD 
Materi Perkuliahan di bawah ini:



Smst 2 Transfer

Mahasiswa Pokjar :Pekalongan dan Kudus, Purwodadi 
Metode Penelitian Kualitatif  <Download>

Smstr 3 Transfer
Mahasiswa Pokjar : Pemalang 
Penulisan Karya Ilmiah <Download>

Smstr 3 Transfer
Mahasiswa Pokjar: Pekalongan, Boyolali
Seminar Skripsi <Download>

Info lebih lanjut
silahkan hubungi 
085640418234


20120613

Langkah Awal Membuat Topik Skripsi/Tesis

Ada 3 pertimbangan yg perlu diperhatikan pada saat memilih / menentukan topik tesis, yaitu:
1. minat, 
2. kompetensi dan
3. peluang pengembangan karir. 

Pertimbangan pertama adalah minat, artinya :

Perbandingan tataran Metodologis

Memahami landasan filosofis penelitian kualitatif dalam perbandingannya dengan penelitian kuantitatif merupakan hal yang penting sebagai dasar bagi pemahaman yang tepat terhadap penelitian kualitatif, namun demikian bagi seorang peneliti penguasaan dalam tingkatan operasional lebih diperlukan lagi agar dalam pelaksanaan penelitian tidak terjadi kerancuan metodologis, dan penelitian benar-benar dilaksanakan dalam suatu bingkai pendekatan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Teknik Wawancara

Paradigma penelitian secara garis besar dibagi menjadi dua. Paradigma pertama adalah kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif dalam prosesnya akan berhubungan dengan model-model matematik, dan statistik. Sedangkan, penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik.  Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dalam kegiatannya, peneliti tidak menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya.

20120607

KUMPULAN BACAAN

Daftar bacaan untuk menambah pengetahuan

 

LINK TAUTAN

Daftar  Koleksi Bacaan untuk menambah pengetahuan dalam berbagai hal:

Webiste
pps.uny.ac.id
dikti.go.id
paudni.kemdiknas.go.id/
www.paudni.kemdiknas.go.id/dikmas/
www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/


Blog Teman
ishofwan.blogspot.com


Beasiswa

Pengetahuan Komputer & Internet

Handphone

Enterpreneurship
Laptop, Komputer
Pulsa
Handphone
Modem

Jenis Tipe Pola Asuh Orangtua & Cara Mendidik Anak Yang Baik

Setiap orang umumnya akan menikah dan memiliki anak. Anak adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga dan kita didik sedemikian rupa agar setelah mereka besar dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara serta dapar membahagiakan dan membanggakan orang tua yang telah susah payah membesarkannya dengan cina dan kasih sayang.
A. Tipe-Tipe Pola Asuh Orang Tua Kepada Anak :
1. Pola Asuh Permisif
Pola asuh permisif adalah jenis pola mengasuh anak yang cuek terhadap anak. Jadi apa pun yang mau dilakukan anak diperbolehkan seperti tidak sekolah, bandel, melakukan banyak kegiatan maksiat, pergaulan bebas negatif, matrialistis, dan sebagainya.
Biasanya pola pengasuhan anak oleh orangtua semacam ini diakibatkan oleh

Cara mengajari membaca anak

Cepat dan Efektif Mengajarkan Membaca Anak dengan Metode SILABEL

 
Kita tahu mengajarkan membaca kepada anak tidaklah mudah. Perlu kerja keras dan kemauan yang tinggi. Belum lagi jika anaknya agak sulit dirahkan untuk belajar karena dunia anak-anak adalah dunia bermain.
Oleh sebab itu, maka orang tua atau guru harus sepintar mungkin memutar otak bagaimana agar anak mau belajar membaca dan mencari metode yang menyenangkan untuk anak.
Nah, salah satu metode belajar membaca yang bisa digunakan adalah metode Silabel atau belajar membaca berdasarkan suku kata.
Ada beberapa langkah dalam metode silabel ini:
1. Pengenalan huruf dan penguasaan vocal
Langkah pertama perkenalkan huruf-huruf alfabet secara sepintas dari A-Z.
Kemudian ajarkan anak menguasai huruf-hruf vokal a, i, u, e, o. lakukan dari berurutan lalu diacak. Anak harus sampai benar-benar hafal.

2. Latihan membaca suku kata dari huruf p, b, t, d, m, n.
Menguasai konsonan p, b, t, d, m, n saja dan sekaligus 5 mcam suku kata terbuka sesuai voal sesudahnya
Contoh :
Suku kata : pa pi p pe po
pa pi bi bi
Kata : a pi api
Kalimat : mama dedi

3. Latihan membaca suku kata dari huruf r, l, c, j, k, g.
Menguasai konsonan r, l, c, j, k, g saja dan sekaligus 5 macam suku kata terbuka sesuai voal sesudahnya
Contoh :
Suku kata : ra ri ru re ro
ka ki kaki
Kata : ku ku kuku
Kalimat : kuku kaki

4. Latihan Membaca kalimat dan wacana singkat
Contoh : Itu roti
Cica cucu papa

5. Latihan membaca suku kata dari huruf ng, ny, s, sy, z, f, v, y, w.
Contoh :
Suku kata : nga ngi ng nge ngo
Nya nyi nya wa
Kata : si nga singa
Kalimat : banyak singa

6. Latihan Membaca kata, kalimat, dan wacana.
Diluar langkah-langkah diatas,
hal paling penting keberhasilan metode ini adalah pembiasaan kepada anak dan seringnya latihan. Selain itu jangan paksa anak belajar jika moodnya sedang kurang baik…
Selamat mencoba… ^_^

20120606

Komunitas Pembelajaran

A. Pengertian dan Hakikat Komunitas Pembelajan
Senge (1990) mendefinisikan komunitas pembelajaran sebagai;
Sebuah organisasi dimana anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan, mendorong pola berpikir yang baru dan luas, dan terus belajar bagaimana belajar bersama-sama.
Perubahan yang cepat dan mendasar di dalam masyarakat yang berkaitan dengan informasi, teknologi dan pertumbuhan ekonomi mengharuskan kita untuk meninjau kembali pandangan dan bayangan kita mengenai organisasi, termasuk sekolah. Bagi Indonesia, kehadiran otonomi daerah, kurikulum baru (KBK dan sekarang KTSP) serta Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menambah urgensi perubahan. Perubahan tersebut dapat dimulai dari pengembangan komunitas pembelajaran. Model dan manajemen sekolah semestinya berubah bila Indonesia ingin mengatasi berbagai tantangan yang muncul dan meningkatkan hasil belajar dan kehidupan siswa.
Model manajemen sekolah merupakan keyakinan tentang bagaimana sebuah sekolah bekerja. Seringkali, bagi kebanyakan orang dewasa, mereka mendasarkan ingatan mereka akan saat-saat mereka dahulu bersekolah. Model seperti ini membatasi pengertian kita tentang bagaimana seharusnya sekolah bekerja dalam situasi yang berbeda. Model sekolah yang dikelola oleh stakeholder berbeda secara signifikan karena mereka sangat menentukan kelangsungan manajemen sekolah. Para stakeholder perlu secara kontinyu memikirkan berbagai model, dan mengembangkan gagasan-gagasan mengenai sekolah yang seharusnya.
Inti dari model baru dimana sekolah berfungsi sebagai sebuah komunitas pembelajaran adalah konsep bahwa belajar sepanjang hayat merupakan aktivitas dasar setiap individu dan warga sekolah secara keseluruhan. Sebuah sekolah seyogyanya dapat menjawab secara kreatif dan adaptif perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dan di dalam masyarakat. Setiap anggota masyarakat belajar hendaknya dihargai dan memiliki tujuan yang sama untuk mencapai pendidikan yang bermutu. Semua stakeholder perlu bertekad dan terlibat aktif di dalam penemuan dan pemecahan masalah di kelas, pelaksanaan pengajaran dan manajemen sekolah.
Model sekolah sebagai sebuah komunitas pembelajaran akan bermuara pada:
  • Peningkatan kualitas hasil belajar siswa
  • Peningkatan yang bersifat terus menerus
  • Meningkatkan inovasi dan kreatifitas
  • Menumbuhkan keterampilan dan pemahaman
  • Meningkatkan tekad dan energi
  • Menumbuhkan respon terhadap lingkungan luar
  • Meningkatkan pelatihan dan program pengembangan untuk seluruh anggota komunitas, dan
  • Sekolah dan partisipasi masyarakat yang lebih efektif
B. Ciri-Ciri Utama Komunitas Pembelajaran
Dukungan Pembelajaran
Sekolah sebagai komunitas pembelajaran hendaknya memiliki tekad yang bulat mengenai nilai pembelajaran untuk semua. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa belajar sesunguhnya menyenangkan, bahwa semua anggota komunitas memiliki kapasitas untuk belajar, dan setiap orang memiliki kemampuan yang dapat digunakan dan karenanya perlu dihormati. Manusia perlu belajar bagaimana belajar. Secara umum, masih banyak sekolah yang berfokus pada isi pembelajaran semata. Dalam sebuah komunitas, pembelajaran seharusnya terfokus pada proses, isi dan hasil (outcome).
Gagasan komunitas pembelajaran memberikan gambaran:
Pergeseran model sekolah dari belajar parsial ke belajar secara utuh

Pendidikan Anak

PENDIDIKAN UNTUK ANAK
oleh Dorothy Law Nolte (1924 – 2005)

Jika anak-anak hidup dengan kritikan, mereka belajar untuk mengutuk.
Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
Jika anak-anak hidup dengan rasa takut, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.
Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan olokan, mereka belajar untuk merasa malu.
Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri hati.
Jika anak-anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
Jika anak-anak hidup dengan semangat, mereka belajar percaya diri.
Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
Jika anak-anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk cinta.
Jika anak-anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar seperti itu sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan.
Jika anak-anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kedermawanan.
Jika anak-anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar sebenarnya.
Jika anak-anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan.
Jika anak-anak hidup dengan baik-baik, mereka belajar menghargai.

UU SISDIKNAS NO. 20 TH 2003


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 20 TAHUN 2003
TENTANG
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang :
a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial;
b. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
yang diatur dengan undang-undang;
c. bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan
kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen
pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan
kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan
pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan;
d. bahwa Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan
amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, c, dan d
perlu membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Mengingat :
Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 32 Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Dengan persetujuan bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :

Lebih Lanjut Download via ziddu

20120601

Jurnal Gratis


Daftar jurnal-jurnal yang bisa diakses gratis tanpa registrasi berikut. Semua bahan untuk penelitian maupun seminar harus didasarkan pada jurnal internasional, monograf, atau publkasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Mudah-mudahan ini membantu anda mendapatkan ide kreatif.
1.  Eurasia Journal of Mathematics, Science, and Technology Education (EJMSTE) http://www.ejmste.com
2.  Journal of Mathematics Science and Mathematics Education (MSME) http://www.msme.us/
3.  International Electronic Journal of Mathematics Education (IEJME) http://www.iejme.com/
4.  Mathematics Education Research Journal (MERJ) http://www.merga.net.au/node/40
5.  Journal of Mathematics Education (JME) http://educationforatoz.com/journalandmagazines.html
6.  Contemporary Issues in Technology and Teacher Education (CITE)http://www.citejournal.org/archives.cfm
7.  European Society for Research in Mathematics Education (ERME) http://ermeweb.free.fr/
8.  The Mathematics Educator (TME) http://math.coe.uga.edu/TME/Issues/v18n2/v18n2.html
9.  International Newsletter on the Teaching and Learning of Mathematical Proof (Terakhir 2005)http://www.lettredelapreuve.it/OldPreuve/Newsletter/05Automne/05Automne.htm
10.  NEFSTEM
The Northeast Florida Science, Technology, and Mathematics Center for Education Action Research Journal (contoh laporan) 
http://www.nefstem.org/action_research_journals.htm
11.  International Journal for Mathematics Teaching and Learning http://www.cimt.plymouth.ac.uk/journal/
12.  Selected Papers from the Annual Conference on Didactics of Mathematics, Bern, 1999  http://webdoc.gwdg.de/ebook/e/gdm/1999/
13.  team study group 18: problem solving ICME-10, June 1, 2004    http://www.icme-organisers.dk/tsg18/#papers
14.  Contemporary Issues in Early Childhood (terdapat isu-isu untuk pendidikan matematika)http://www.wwwords.co.uk/ciec/content/maincontents.asp
15.   Bond University staff and students, and historical and archival material about the University. Faculty, researchers, and students associated with Bond  http://epublications.bond.edu.au

Mungkin masih ada yang lainnya

Judul-Judul Skripsi PG PAUD FKIP UR

Untuk mempermudah mahasiswa menyusun karya ilmiah terutama dalam menyusun skripsi berikut ini saya beri contoh Judul-judul skripsi yang telah pernah dibuat agar tidak terjadi kesamaan judul penelitian.
  1. Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Bermain Kartu Angka Pada Anak Usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Babussalam Pekanbaru (oleh: Nurbaiti)
  2. Upaya Guru Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Bermain Bilangan Gambar Buah Pada Gambar Pohon Bagi Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah 1 Bangkinang (oleh: Nurfadillah)
  3. Upaya Guru Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Bermain Label Ikan Untuk Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak ABA 2 Bangkinang (oleh: Mardiyah)
  4. Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Yang Mengikuti Dan Yang Tidak Mengikuti PAUD Di Kelas 1 MIN 2 AL-FAJAR Kota Pekanbaru (oleh: Indra Herlina)
  5. Penggunaan Media Pohon Hitung Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak RAUDHAH Pekanbaru (oleh: Loli Deskavianti)
  6. Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Kegiatan Motorik Kasar Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak LILLAH Kota Pekanbaru (oleh: Sri Gusmayanti)
  7. Penggunaan Balon Cruissenaire Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Bangkinang (oleh: Sriyati)
  8. Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Konsonan Melalui Permainan Pancing Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TK-IT) Insan Ceriah Salo Kecamatan Salo (oleh: Santi Yuni Laroza)
  9. Peningkatan Motivasi Belajar Anak Dalam Pembelajaran Pengurangan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Usia 5-6 Tahun di TK Darmaloka 1 Pekanbaru Kecamatan Payung Sekaki (oleh: Ade Busniarti)
  10. Penggunaan Metode Montessori Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Awal Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Pangkalan Kerinci (oleh: Rumondang Wahyuni)
  11. Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Agresivitas Anak Usia 5-6 Tahun di TK Fathriz Kids Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru (oleh: Rahmi)
  12. Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Anak Usia 4-5 Tahun Dalam Mengenal Bilangan di TK FKIP UNRI Panam Pekanbaru (oleh: Fatma Popi Neli)
  13. Penggunaan Permainan Kotak Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Bilangan Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam YLPI Perhentian Marpoyan Pekanbaru (oleh: Aprilis Nawati)
  14. Penggunaan Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Pada Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Kartika 1-21 Pekanbaru (oleh : Tri Puji Astuti)
  15. Studi Perbandingan Hasil Belajar Antara Siswa Yang Masuk SD Pada Usia 6 Tahun Dengan Siswa Yang Masuk SD di Bawah Usia 6 Tahun Pada Kelas 1di SD Babussalam Pekanbaru (oleh: Dwi Inril Agustina)
  16. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Teknik Mencari Pasangan Untuk Meningkatkan Kemandirian Anak usia 5-6 Tahun di TK Dharmaloka Pekanbaru (oleh: Ade Ranti Pratiwi)
  17. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak 5-6 Tahun Melalui Bermain Kolam Pancing di Taman Kanak-Kanak TK Aisyiyah 1 Bangkinang (oleh; Rita Sumarmi)
  18. Meningkatkan Kemampuan Anak Membaca Huruf atau Kata Melalui Media Pembelajaran Papan Lotto Pada Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Kartika 1-21 Pekanbaru (oleh: Asnel Susanti)
  19. Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Melalui Kegiatan Story Reading Anak Usia 5-6 Tahun di TK Islam Al-Fitrah Marpoyan Pekanbaru (oleh: Umiati)
  20. Peningkatan Kemampuan Motorik Anak Melalui Kegiatan Gerak dan Lagu Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak YKWI 2 Pekanbaru (oleh: Nunik Darniati)
  21. Penggunaan Kotak Alfabet Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Abjad Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Bangkinang (oleh: Eti Asmawati)
  22. Penggunaan Media Papan Flanel Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Islam YLPI Perhentian Marpoyan Pekanbaru (oleh: Andri Yanindi)
  23. Upaya Meningkatkan Kemampuan Memahami Cerita Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Langsung di TK Matahari 2 Pekanbaru (oleh: Eni Sofhia HRP)
  24. Penggunaan Media Flash Card Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Abjad Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak Kembang Harapan Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar (oleh: Heni Kusma Dewi)
  25. Hubungan Supervisi Kepala Sekolah Dengan Motivasi Kerja Guru TK di Keluarahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (oleh: Eriyawati)
  26. Meningkatkan Kreatifitas Anak Melalui Media Kartu Bergambar Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Adhyaksa XXVIII Pekanbaru (oleh: Dina Ayu Mahyuni)
  27. Meningkatkan Pengetahuan Mengenali Bilangan Melalui Permainan Memancing Label Angka Pada Anak Usia 4-5 Tahun di Taman Kanak-Kanak Babussalam Pekanbaru (oleh: Ermasnita)
  28. Efektivitas Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Meningkatkan Daya Ingat Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah 1 Bangkinang (oleh: Khaidalisma)
  29. Pengembangan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Acak Geometri Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Kecamatan Kampar (oleh: Asmurni)
  30. Penggunaan Media Buatan Guru Dalam Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Bina Kasih Batubelah (oleh:  Endang Yustika)
  31. Meningkatkan Kemampuan Berhitung Pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Media Papan Planel di Tk Bina Kasih Kecamatan Kampar (oleh: Azwita)
  32. Penggunaan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dalam Bahasa Indonesia Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Bina Kasih Pekanbaru (oleh: Sariyati)
  33. Upaya Meningkatkan Kemampuan Anak Dalam Memahami Konsep Bilangan Melalui Permainan Fruits Dominos Pada Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak FKIP UNRI Kecamatan Tampan Pekanbaru (oleh: Evi Soviadana)
  34. Hubungan Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Motivasinya Untuk Menyekolahkan Anaknya Ke Paud di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar (oleh: Endang Susilawati)
  35. Penggunaan Metode Bermain Acak Geometri Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia 5-6 Tahun Pada Area Matematika di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Pekanbaru (oleh: Dasniwelti)
  36. Upaya Meningkatkan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Bowling Bergambar Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Pekanbaru (oleh: T. Asmaroni)
  37. Penggunaan Metode Pemberian Tugas Melalui Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak As-Sakinah Alam Panjang Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar (oleh: Yuli Fitri)
  38. Meningkatkan Kecerdasan Sosial Emosional Melalui Penggunaan Metode Proyek Pada Anak Usia -5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Diniyah Pekanbaru (oleh: Mawar)
  39. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Teknik Berbicara Berpasangan Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Baiturahman Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru (oleh: Fira Andriani)

Jenis-jenis Penelitian Kualitatif


Penelitian kualitatif memiliki 5 jenis penelitian, yaitu:
1.      Biografi
Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri.
2.      Fenomenologi
Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Menurut Creswell (1998:54), Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden.
3.      Grounded theory
Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu, tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Situasi di mana individu saling berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari.
4.      Etnografi
Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. Sebagai proses, etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok, dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku, bahasa, dan interaksi dalam kelompok.
5.      Studi kasus
Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu. 

20120531

Modul

Modul Perkuliahan Mahasiswa Tahun Ajaran 2011/2012
Silahkan untuk di Download via Ziddu

Selamat Datang

Selamat datang kepada semua pengunjung yang telah meluangkan waktunya untuk membaca atau sekedar melihat-lihat blog tentang pembelajaran online atau pembelajaran di dunia maya.


Salam hangat

Imam Shofwan
email :
ishofwan234@gmail.com
ishofwan234@yahoo.com
085640418234 / 085 227 538 234

20120501

Kontak

Silahkan Hubungi saya melalui:

Telpon / Sms : 
085 227 538 234
0856 4041 8234
0878 3456 9234

E-mail: ishofwan234@gmail.com
 ishofwan234@yahoo.com 

E-mail FB: 
ishofwan234@gmail.com
 
Alamat Rumah
Pati:
Gembong 03/15
PATI-JATENG 59162

Untuk Pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang panjang, mohon pertanyaan di emailkan. jangan pake SMS. Terimakasih